Titrasi kompleksometri
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Titrasi kompleksometri atau kelatometri adalah suatu jenis titrasi dimana reaksi antara bahan yang dianalisis dan titrat akan membentuk suatu
kompleks senyawa.
[1] Kompleks senyawa ini dsebut kelat dan terjadi akibat
titran dan
titrat yang saling mengkompleks.
[1] Kelat yang terbentuk melalui titrasi terdiri dari dua komonen yang membentuk
ligan dan tergantung pada titran serta titrat yang hendak diamati.
[1]
Kelat yang terbentuk melalui titrasi terdiri dari dua komponen yang
membentuk ligan dan tergantung pada titran serta titrat yang hendak
diamati.
[2]
EDTA Sebagai Titran
Kelatometri dalam perkembangan analisis kimia sempat mengalami
kemunduran karena kelemahan-kelemahannya serta karena adanya cara-cara
baru yang lebih baik.
[3] Akan tetapi hal ini diperbaiki dengan berkembangnya penelitian-penelitian tentang
pengkelat polidentat.
[3] Perhatian baru terhadap kompleksiometri ini diawali oleh
Schawazenbach tahun 1954, ia menyadari bahwa
potensi pengkelat dalam
analisis volumetrik sangat baik.
[rujukan?]
Ahli kimia asal Swiss in mengkhususkan perhatiannya pada penggunaan
asam-asam aminopolikarboksilat, salah satunya Ethylenediaminetetraacetic
acid (EDTA).
[3]
Faktor-faktor yang mempbuat EDTA ampuh sebagai pereaksi titrimetri
antara lain: 1) Selalu membentuk kompleks ketika direaksikan dengan ion
logam
[4], 2) Kestabilannya dalam membentuk kelat sangat
konstan sehingga reaksi berjalan sempurna (kecuali dengan
logam alkali), 3) Dapat bereaksi cepat dengan banyak jenis ion logam
[2],4) telah dikembangkan
indikatornya secara khusus
[2], 5) mudah diperoleh bahan baku primernya
[2], dan 5) dapat digunakan baik sebagai bahan yang dianalisis maupun sebagai bahan untuk
standardisasi.
[5] Faktor-faktor inilah yang membuat syarat-syarat untuk
titrasi telah terpenuhi dengan baik jika menggunakan
EDTA.
[2]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar