Teknologi Pengolahan Air Metode Demineralisasi
Dalam suatu industri, air merupakan
bahan utilitas, dimana air dapat berfungsi sebagai air proses, air sanitasi,
air pendingin dan air boiler. Air untuk umpan boiler biasanya berasal dari air
sungai, air laut, air sumur, air hujan, atau air yang telah diproses seperti
air minum dan air industri. Untuk keperluan industri, kontaminasi dalam air merupakan faktor yang
harus diperhatikan. Karena hal tersebut dapat memicu masalah yang serius, seperti terjadinya kerak, korosi,
dan carry over. Untuk mencegah masalah tersebut, suatu pengolahan air yang terkendali harus
dilaksanakan. Pengolahan air boiler secara umum dapat dibagi jadi dua bagian yaitu, pengolahan secara
mekanis, yang dilakukan diluar boiler atau dikenal dengan External Treatment dan Pengolahan secara kimiawi, yang dilakukan
didalam boiler atau dikenal dengan Internal
Treatment (Agung
Subyakto, 1997).
Pengolahan Air Baku dan Air
Umpan
Pengolahan
air baku untuk air umpan terdiri atas koagulasi, flokulasi, penyaringan,
pertukaran ion, dan deaerasi. Berikut ini yang akan dibahas adalah masalah
pengolahan dengan penukaran ion.
v Pertukaran Ion
Demineralisasi atau deionisasi
adalah suatu sistem pengolahan air dengan pertukaran ion (ion exchange) melalui media ion
exchange resin. Sistem ini mampu menghasilkan air dengan tingkat kemurnian
yang sangat tinggi (Ultra Pure Water)
dengan jumlah kandungan zat-ionik dan an-ionik mendekati nol sehingga mencapai
batas yang hampir tidak dapat dideteksi lagi.
Teknologi Water
Treatment biasa tidak dapat menghasilkan tingkat kemurnian tersebut di
atas. Sedangkan pada beberapa jenis industri tertentu, kontaminasi sekecil
apapun dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan ataupun malfungsi. Untuk
memilih paket demineralisasi yang tepat dan sesuai kebutuhan, maka arus
mempertimbangkan adalah kualitas air baku, kualitas air produk, kapasitas,dan
desain teknis.
Proses
Demineralisasi
Dalam paparan ringkas di bawah ini disampaikan empat
tahap proses demineralisasi.
1.
Tahap operasi
Umumnya air baku mengalir dari atas ke bawah
(downflow) atau sebuah unit tipikal
demineralisasi dengan dua dengan dua media (two-bed
demineralizer).
2.
Tahap cuci (backwash)
Kalau kemampuan resin berkurang banyak
atau habis maka tahap pencucian perlu dilaksanakan. Air bersih dialirkan dari
bawah ke atas (upflow) agar memecah
sumbatan pada resin, melepaskan padatan halus yang terperangkap di dalamnya
lalu melepaskan jebakan gas di dalam resin dan pelapisan ulang resin.
3.
Tahap regenerasi
Tujuan tahap ini adalah mengganti ion yang
terjerat resin dengan ion yang semula ada di dalam media resin dan
mengembalikan kapasitas tukar resin ke tingkat awal atau ke tingkat yang
diinginkan. Operasi regenerasi dilaksanakan dengan mengalirkan larutan
regeneran dari atas resin. Ada empat tahap dalam regenerasi, yaitubackwashing untuk membersihkan media
resin (tahap dua di atas), memasukkan regeneran, slow rinse untuk mendorong regeneran ke media resin, fast rinse untuk menghilangkan sisa
regeneran dari resin dan ion yang tak diinginkan ke saluran pembuangan (disposal point).
4.
Tahap bilas (fast rinse)
Air berkecepatan tinggi membilas
partikulat di dalam media resin, juga ion kalsium dan magnesium ke pembuangan
dan untuk menghilangkan sisa-sisa larutan regenerasi yang terperangkap di dalam
resin. Pembilasan dilakukan dengan air bersih aliran ke bawah. Setelah tahap
ini, proses kembali ke awal (tahap servis).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar