Rabu, 07 Mei 2014

daun

Daun

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Daun ceplukan (Physalis). Daun dapat ditembus oleh cahaya sehingga fotosintesis dapat berlangsung.
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari ranting, umumnya berwarna hijau (mengandung klorofil) dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari untuk fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya matahari menjadi energi kimia.

Morfologi

Bentuk daun sangat beragam, namun biasanya berupa helaian, bisa tipis atau tebal. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. Bentuk dasar daun membulat, dengan variasi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Bentuk ekstremnya bisa meruncing panjang.
Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus), dan berakibat daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetik. Daun tumbuhan sukulen atau xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air.
Daun segar (kiri) dan tua. Daun tua telah kehilangan klorofil sebagai bagian dari penuaan.
Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam fotosintesis. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain, misalnya karoten (berwarna jingga), xantofil (berwarna kuning), dan antosianin (berwarna merah, biru, atau ungu, tergantung derajat keasaman). Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah menjadi kuning atau merah (dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur).

Fungsi

  • Tempat terjadinya fotosintesis.
pada tumbuhan dikotil, terjadinya fotosintesis di jaringan parenkim palisade. sedangkan pada tumbuhan monokotil, fotosintesis terjadi pada jaringan spons.
  • Sebagai organ pernapasan.
Di daun terdapat stomata yang befungsi sebagai organ respirasi (lihat keterangan di bawah pada Anatomi Daun).
Misalnya pada tanaman cocor bebek (tunas daun).

Anatomi

Diagram anatomi bagian dalam daun.

Epidermis

Epidermis pada daun merupakan lapisan sel hidup terluar. Jaringan ini terbagi menjadi epidermis atas dan epidermis bawah, berfungsi melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya.

Jaringan mesofil

Jaringan Tiang atau jaringan palisade, jaringan ini mengandung banyak kloroplas yang berfungsi dalam proses pembuatan makanan. Salah satu ciri-ciri jaringan ini adalah Sel-sel berbentuk silinder, dan tersusun rapat

Jaringan bunga karang

Disebut juga jaringan spons karena lebih berongga bila dibandingkan dengan jaringan palisade, berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

Berkas pembuluh angkut

Terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis, pada tumbuhan dikotil keduanya dipisahkan oleh kambium.
Pada akar, Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral menuju daun. Pada batang, xilem berfungsi sebagai sponsor penegak tumbuhan
Floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan

Stomata

Stoma (jamak: stomata) berfungsi sebagai organ respirasi. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. Stoma ibarat hidung kita dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2, sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. Stoma terletak di epidermis bawah. Selain stoma, tumbuhan tingkat tinggi juga bernapas melalui lentisel yang terletak pada batang.

BENTUK TULANG DAUN

Written By Betti Miswati | 05 September 2013

Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, kita akan membahas tentang Daun. Daun mempunyai beberapa keunikan yang menjadi ciri dari masing-masing jenis daun tersebut. Berdasarkan susunan tulang daunnya, daun dapat dibedakan menjadi beberapa BENTUK TULANG DAUN. Bentuk tulang daun antara lain, menyirip, melengkung, menjari, dan sejajar. 
Tulang daun Menyirip.
      Tulang daun jenis ini memiliki susunan seperti sirip-sirip ikan, tersusun rapi mulai dari tangkai daun hingga ujung dari helai daun. Contoh tumbuhan yang memiliki jenis tulang seperti ini adalah tulang daun jambu, mangga, dan rambutan.
Bentuk Tulang Daun

Tulang daun Melengkung.
       Tulang daun melengkung berbentuk seperti garis-garis melengkung. Tulang daun jenis ini dapat kita temukan pada berbagai tumbuhan di lingkungan sekitar kita. Misalnya, tulang daun sirih, gadung, dan genjer.
Bentuk Tulang Daun

Tulang daun Menjari.
      Tanaman ini mempunyai satu tulang daun yang besar dan bentuknya seperti jari-jari tangan manusia. Misalnya, tulang daun pepaya, jarak, daun singkong, dan kapas.
Bentuk Tulang Daun
Ulasan diatas merupakan bentuk-bentuk tulang daun, semoga dapat bermanfaat. 

Macam-macam Bentuk Daun



Sungguh indah bukan melihat banyak tumbuh pepohonan di sekitar kita?
Dengan banyak tumbuhnya pohon dan tumbuhan lainnya di sekitar kita, maka suhu udara lingkungan sekitar kita akan terasa sejuk, gas rumah kaca yang berlebih di udara penyebab global warming akan terserap, terhindar dari banjir dan longsor, dan sebagainya.
Namun, apakah pernah kita perhatikan daun-daun yang tumbuh pada pohon dan tumbuhan lain tersebut punya berbagai macam bentuk yang unik?
Dalam posting-an ini, saya mencoba share mengenai macam-macam bentuk daun yang ada di sekitar kita, yang dalam ilmu kehutanan dapat kita pelajari dalam bidang ilmu dendrologi (ilmu yang mempelajari tentang pohon). 
Macam-macam Morfologi Daun

Contoh bentuk-bentuk daun
Masing-masing dedaunan yang tumbuh di berbagai tumbuhan di dunia ini memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut ditunjukkan dari berbagai hal, yaitu bentuk daun keseluruhan, bentuk ujung dan pangkal daun, permukaan daun, dan tata daunnya (Tabel 1).
Tabel 1  Berbagai istilah dalam menjelaskan bentuk-bentuk daun 
No
Istilah
Penjelasan Istilah
Bentuk Daun
1
Deltate
Bentuk delta, menyerupai bentuk segitiga sama sisi
2
Elliptical
Ellips, bagian terlebar di bagian tengah daun
3
Elliptical Oblong
Berbentuk antara ellips sampai memanjang
4
Lanceolate
Bentuk lanset, panjang 3-5 x lebar, bagian terlebar sekitar 1/3 dari pangkal dan menyempit di bagian ujung daun
5
Oblong
Memanjang, panjang daun sekitar 2 ½ x lebar
6
Oblong lanceolate
Berbentuk antara memanjang sampai lanset
7
Oblong obovate
Berbentuk antara memanjang sampai bulat telur sunsang
8
Oblong cylindric
Berbentuk antara memanjang sampai silindris (bulat)
9
Oblong elliptic
Berbentuk antara memanjang sampai ellips
10
Oblonceolate
Bentuk lanset sungsang
11
Obovate
Bentuk bulat telur sungsang
12
Orbicular
Bundar, panjang sama dengan lebar
13
Ovate
Bentuk bulat telur, bagian terlebar dekat pangkal daun
14
Reniform
Bentuk ginjal, pendek dan lebar, seperi daun waru
Pangkal dan Ujung Daun
1
Accuminate
Meruncing
2
Acute
Runcing
3
Cuneate
Bentuk segitiga sungsang (baji)
4
Obtuse
Tumpul
5
Rounded
Bundar, membusur penuh
6
Truncate
Terpotong
Permukaan Daun
1
Glabrous
Tanpa rambut, gundul, licin
2
Pubescens
Berbulu pendek, lembut
3
Rugose
Berkeriput, tulang daun tenggelam
4
Tomentose
Berambut seperti wool, ikal
Tata Daun
1
Alternate
Berseling, hanya satu helai daun melekat pada setiap buku, daun tertata mengitari ranting seperti spiral
2
Opposite
Daun berpasangan dan berhadapan (bersilang) pada lingkaran ranting (buku) yang sama
3
Sub-opposite
Modifikasi dari alternate, dimana daun tertata sehingga tampak seperti bersilang (opposite)
4
Verticillate
Lebih dari dua daun pada buku yang sama (berlingkar)

Sumber: Istomo et al. (1997)

Agar dapat dipahami secara lebih jelas, macam-macam bentuk daun jika digambarkan adalah sebagai berikut:
Gambar Bentuk Daun
Adapun macam-macam bentuk permukaan daun adalah sebagai berikut:
Bentuk Permukaan Daun

Bentuk ujung, pangkal, dan tepi daun pun berbeda-beda seperti yang digambarkan oleh gamber berikut:

Bentuk ujung daun
Bentuk pangkal daun

Bentuk Tepi Daun

Nah, sekarang kita sudah bisa membedakan macam-macam bentuk daun di sekitar kita. Untuk men-download artikel ini, silahkan klik disiniSemoga bermanfaat.(RRG)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar